Palu, Celebespos.com – UPT Kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil teluk Tomini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS), melakukan monitoring dan pemantauan di kawasan konservasi zona inti yakni, Pulau Tomini, Pulau Tengah, Pulau Simogaling, Pulau kubur dan Pulau Ongka.
Dalam monitoring itu, ditemukan sejumlah warga yang diduga melakukan tindak pidana perikanan, dengan melakukan pemboman ikan di areal Pulau Simogaling yang mana pulau tersebut masuk dalam kawsan konservasi zona inti.
“Kita temukan ada 10 oknum yang diduga melakukan tindak kejahatan, dengan melakukan pbomn ikan di sekitar pulau Simogaling,“ kata Kepala UPT Kawasan konservasi pesisir dan pulau – pulau kecil teluk Tomini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng Jufri, Kamis (22/9/2022).
Jufri menuturkan, peristiwa pada hari Rabu 21 September 2022 lalu, dari 10 warga nelayan tersebut semuanya berasal dari Tursiaje Provinsi Gorontalo yakni, Yus 30 tahun, Rambo 34 tahun, Rustam 24 tahun, Gafulan 30 tahun, Roky 31 tahun, Kevin 20 tahun, Enak 17 tahun, Doni 18 tahun dan Ibo 30 tahun.
“Dalam penggeladahan dan pemeriksaan pada perahu yang di gunakan ditemukan, 2 unit kompresor, 1 unit mesin tempel 40 PK dan 1 basket gabus tempat ikan,“ terang Jufri.
Lanjut dia, ada empat unit perahu motor yang mereka gunakan, namun hanya 2 unit perahu yang bisa diamankan. Hal ini kata Jufri, karena keterbatasan alat untuk mengejar pelaku, itu pun setelah penggeledahan dan pemeriksaan pihaknya tidak menemukan alat peledak, dan kuat dugaan barang bukti sudah di buang ke laut.
Jufri yang merupakan Alumni Universitas Alkhairaat (UNISA) itu mengungkapkan, dalam pengawas perairan teluk Tomini yang masuk dalam toritorial Provinsi Sulteng dan dibawah naungan DKP, tentunya perlu didukung segala aspek diantaranya, anggaran yang aman minimx anggaran dalam melakukan monitoring.
Selian itu, masih minimnya informasi yang sampai ke masyarakat terkait dalam pengelolaan kawasan konservasi zona inti, belum optimalx keterlibatan masyarakat, sperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat serta pihak lainnya. “persoalan ini perlu perhatian khusus dan kendalanya anggaran operasional yang perlu ditingkatkan”pinta Jufri.
Sementara Rauf, Ketua POKMASWAS Desa Mepanga Kecamatan Mepanga Kabupaten Parimo menjelaskan bahwa, pihaknya selama ini sudah cukup bersabar melihat kondisi riil di laut Tomini. Banyaknya kegiatan pemboman ikan yang dilakukan, namun pihaknya tidak bisa menjangkau keseluruhan karena keterbatasan.
Pemboman ikan hampir setiap hari terjadi sperti di beberpa pulau di Kecamatan Pepanga, Tomini, dan Kecamatan Ongka Malino.
“Kita sudah sampaikan untuk tidak melakukan pemboman ikan, akan tetapi hal itu tetap saja terjadi dan kami sudah cukup sabar dan kami tidak bisa berbuat banyak apalagi dengan anggaran yang minim,“ keluhnya. (Hdy)
Sumber : https://celebespos.com/pemboman-ikan-marak-terjadi-di-wilayah-teluk-tomini/